BLENDED LEARNING SEBAGAI UPAYA PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI MASA PANDEMI COVID 19
REFLEKSI NYATA MODUL 1.1
JUDUL : BLANDED LEARNING SEBAGAI UPAYA PEMBELAJARAN JARAK
JAUH DI MASA PANDEMI COVID-19
PENULIS : STEPANUS SARJI, S.Pd. CGP ANGKATAN 2
ASAL : KOTA BANDAR LAMPUNG
JENJANG : SD
INSTANSI : SD XAVERIUS 3 BANDAR LAMPUNG
BLANDED LEARNING SEBAGAI UPAYA PEMBELAJARAN JARAK JAUH
DI MASA PANDEMI COVID-19
A. Latar Belakang
Pendidikan memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan kualitas suatu bangsa. Pendidikanlah yang akan menentukan kemana bangsa ini akan menyongsong masa depannya, apakah menjadi bangsa besar yang beradab, cerdas dan siap beradaptasi dengan perubahan zaman. Sumber daya manusia yang unggul akan mampu untuk mengatur dan mengolah sumber daya alam dan seluruh potensi yang dimiliki bangsa ini untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama. Pandemi covid-19 yang terjadi hampir dua tahun ini telah memperngaruhi segala bidang kehidupan manusia, termasuk pendidikan. Semua komponen pendidikan dibuat terkejut dan gugup, bagaimana seharusnya bersikap dan bertindak secara cepat dan tepat. Kita tahu, pembelajaran dan pengajaran selama ini mulai dari Indonesia merdeka hingga sebelum terjadinya pandemi, pembelajaran dilakukan secara tatap muka langsung. Kesiapan insan pendidikan mengalami kesulitan mendasar yang disebabkan adanya perubahan pembelajaran tatap muka berubah menjadi online. Pendidik, peserta didik, dan orang tua dipaksa untuk bertransformasi dan beradaptasi dalam pembelajaran.
Dengan berbagai situasi kondisi dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi pada saat ini, pendidikan tidak boleh stagnan. Peserta didik harus tetap memperoleh perhatian dan layananan pendidikan yang baik. Mengingat tujuan pendidikan nasional Indonesia, seperti yang tercantum di dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 yang salah satunya berbunyi mencerdakan kehidupan bangsa. Sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara, pembelajaran hendaknya dapat menyesuaikan dan menjawab tantangan kodrat zaman yang sedang terjadi pada saat ini. Zaman ini penggunaan media komunikasi dan akses internet sudah biasa. Untuk itu, pendidik dapat memanfaatkan teknologi tersebut sebagai sarana dan bagian dalam proses pembelajaran yang dilakukan secara jarak jauh.
B. Kegiatan Aksi Nyata
Dalam keadaan yang tidak menguntungakn saat ini, teknologi pendidikan dapar menjadi salah satu penyelesaian masalah pendidikan di masa pandemi covid 19. Teknologi pendidikan dapat memberikan kemudahan informasi serta penyampaian materi sehingga kegiatan pembelajaran yang dilakukan tidak menjadi kendala terkhusus pada saat pembelajaran jarak jauh. Dengan ciri khas, antusias, dan perkembangan yang cepat saat ini serta berkaitan dengan generasi muda/millenial di saat pandemi COVID-19 mengakibatkan teknologi pendidikan merupakan solusi aktif yang tepat dan efisien yang dapat dimanfaatkan guna menunjan pembelajaran mandiri saat ini. Teknologi pendidikan menciptakan cangkupan yang luas saat belajar mandiri. Teknologi pendidikan dapat menciptakan pembelajaran tetap berjalan baik serta mendukung pemerintah dalam upaya menjaga physical distancing sesuai protokol kesehatan
1. Pembelajaran secara blended learning
Salah satu asas trikon dari Ki Hajar Dewantara adalah Konvergen, artinya pengembangan yang dilakukan dapat mengambil dari berbagai sumber di luar, bahkan dari praktik pendidikan di luar negeri. Seperti yang dilakukan oleh Ki Hadjar ketika mempelajari berbagai praktik pendidikan dunia misalnya Maria Montessori, Froebel dan Rabindranath Tagore. Praktik-praktik tesebut dapat kita pelajari untuk nantinya disesuaikan dengan kebutuhan yang kita miliki sendiri. Saat ini teknologi informasi telah sedemikian canggih, dalam situasi pandemi saat ini pendidikan harus terus berjalan. Sejalan dengan asas tersebut sekolah tetap berusaha memberikan hak dan tuntunan kepada peserta didik dengan layanan pendidikan yang baik melalui pembelajaran secara daring maupun luring. Keduanya digabung agar dapat menghadirkan fleksibitas pembelajaran yang belum pernah dilakaukan oleh peserta didik.sebelumnya. Blanded learning adalah metode pembelajaran yang memadukan pembelajaran konvensional yaitu tatap muka dengan pembelajaran dalam jaringan yaitu berbasis elektronik. Pembelajaran tatap muka dapat dilakukan dengan cara offline atau online. Pembelajaran tatap muka offline adalah pembelajaran tatap muka yang dilaksanakan di kelas seperti pada umumnya sebelum pandemi. Sedangkan pembelajaran tatap muka online merupakan pembelajaran yang memanfaatkan perkembangan teknologi seperti googe meet dan zoom, atau aplikasi lainnya. Pada saat pembelajaran online saya lebih sering menggunakan aplikasi google meet. Dan ketika pembelajaran dilakukan secara offline, peserta didik datang ke sekolah secara terbatas dengan sistem shiff, dimana setiap shiff berjumlah 4 sampai 5 orang peserta didik. Kehadiran mereka tetap dengan ketentuan protokol kesehatan yang ketat dan mematuhi 5 M, yaitu mencuci tangan, mengenakan masker, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, menjauhi kerumunan.
2. Siswa diberi kemerdekaan dalam belajar, mengerjakan dan mengumpul tugas.
Sebagai upaya pencegahan dan penyebaran covid 19, pemerintah sejak bulan Maret 2019 telah menerapkan kebijakan pembelajaran secara daring. Pada pembelajaran secara daring saya menggunakan aplikasi yang bervariasi diantaranya google meet, zoom, video pembelajaran, google form dan handphone. Pebelajaran daring dengan aplikasi yang variatif ini bertujuan memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam mengakses materi pembelajaran. Mengingat tidak semua peserta didik memiliki peralatan yang lengkap Peserta didik yang tidak dapat mengikuti vicon pada hari itu dapat melihat penjelasan materi pembelajaran dari video pembelajaran yang dikirim melalui Whatsapp Group. Peserta didik, orang tua, dan saudara yang lain dapat membuka dan membacanya berulang-ulang kapan pun saat ada waktu. Dalam pengumpulan tugas perserta didik diberi keleluasaan waktu dan kreativitas dalam menjawab. Sebelum mengikuti pendidikan calon guru penggerak hal ini jarang saya sampaikan kepada siswa. Namun, sekarang setelah menerapkan merdeka belajar dan berpihak pada siswa, Siswa diberi kebebasan untuk menggumpulkan tugas terserah dalam bentuk apa saja namun tetap mengikuti topik pembelajaran. Dengan demikian terciptalah pembelajaran yang memberi kebebesan belajara ataun merdeka belajar,. Kemerdekaan belajar di waktu yang tak ditentukan, kapan saja dan dimana saja. Google Form merupakan salah satu komponen layanan Google Docs. Untuk dapat menggunakan Google Form disyaratkan untuk memiliki akun universal Google. Aplikasi google formulir biasa say gunakan untuk memberikan informasi dan mengumpulkan informasi seperti seperti untuk absensi kehadiran, memberikan tugas latihan atau ulangan online melalui laman website, dan mengumpulkan berbagai data siswa.
Contoh:
https://docs.google.com/presentation/d/14SS7JftJ_KiCr0mLgr3UFFevFItSVYtF/edit#slide=id.p1
https://classroom.google.com/w/NTM2MDk2NzI3MzBa/t/all
https://docs.google.com/presentation/d/12Ta2xfkvjyWh_AV_UHMDFE7zbA0XvynB/edit#slide=id.p5
Pada permulaan Januari 2021 kemendikbud mengeluarkan kebijakan memperbolehkan sekolah untuk melakukan kegiatan pembejaran secara tatap muka dengan ketentuan yang ketat, antara lain berada pada zona orange, mematuhi prokes dan mendapat persetujuan orang tua. Sesuai kebijakan pemerintah ini, pada pertengahan bulan April saya mencoba melakukan pembelajaran secara offline secara atap muka langsung dengan sepengetahuan dan seijin sekolah dan orang tua. Pembelajaran tatap muka tersebut dilaksananakan secara terbataas dengan sistem shiff. Masing-msing shiff berjumlah 4-5 orang dengan mematuhi protokol kesehatan ketat. Pembelajaran tatap muka berlangsung maksimal dua jam pembelajaran atau 2 x 35 menit tanpa istirahat. Pembelajaran dilakukan dengan pola tiga hari daring dan dua hari luring. Pembelajaran luring dilaksanakan melalui media televisi dalam program belajar dari rumah yang diinisiasi oleh kemendikbud .dan sehari rmelalui belajar tatap muka.. Kedua metode pembelajaran ini disatupadukan (blended learnng) untuk memberikan layanan pendidikan seoptimal mungkin baik sisi kognisi, afeksi, psikomotorik dan spiritualitasnya pada peserta didik. Saya percaya, dengan blended learning ini akan memberikan dampak postif bagi peserta didik dan guru. Dengan tatap muka siswa dan guru mendapat feedback secara langsung akan pencapaian pembelajaran saat itu dan juga penanaman karakater akan lebih efektif. Dengan belajar secara luring, peserta didik dapat memberoleh keluasan dan kedalaman materi, fleksibel dan efesien, dan materi lebih menarik dan interaktif.
Pembelajaran Luring Tatap Muka
3. Berkolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran dan Orangtua
Dalam salah satu pemikiran Ki Hajar Dewantara, adalah Tri Pusat Pendidikan yang menerangkan bahwa pendidikan berlangsung di tiga lingkungan, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Ketiganya memiliki peran di dalam proses pembelajaran, dan saling mengisi dan memperkuat satu dengan yang lainnya. Pendidikan peserta didik tidak akan berhasil jika hanya dilaksanakan oleh satu pihak saja yaitu guru kelas saja. Namun pendidikan akan berhasil jika dilakukan secara berkolaborasi atau membangun hubungan yang baik antara guru kelas, guru mata pelajaran dan orangtua. Pada pertemuan ini, banyak hal yang dapat disampaikan ataupun di sharingkan oleh orangtua dan guru, Seperti kendala yang dihadapi oleh siswa dalam proses pembelajaran, Orangtua dalam mengawasi anaknya sehingga permasalahan yang dihadapi dapat di selesaikan dengan mencarikan solusi yang tidak merugikan pihak manapun. Kendala lain, misalnya masalah keberatan kuota internet untuk pembelajaran. Para orang tua, guru, dan sekolah duduk bersama mencari titik temu agar kuota dapat dibantu dan pembelajaran tetap berjalan dengan baik. Maka dana BOS dan program kuota dari pemerintah melalui kemendikbud merupakan solusi yang terbaik. Hal ini sangat baik untuk terlaksananya Merdeka belajar yang berpihak kepada siswa.
C. Kendala-kendala dalam pelaksanaan aksi nyata
Dalam pelaksanaan metode blended learning, secara khusus pada saat pembelajaran daring kendala-kendala yang saya alami selama ini antara lain :
- tugas-tugas secara daring tidak dapat terkumpul 100% rata-rata antara 80%-90 %. Hal ini terjadi karena tingkat kejenuhan yang tinggi dirasakan anak-anak yang belajar cukup lama di rumah. Kasus tertentu seperti pada saat PTS dan PAS secara daring, tugas dapat terumpul 100%
- pengawasan orang tua yang kurang dalam pelaksanaan bembelajaran daring di rumah. Hal ini dapat dimaklumi karena beban kerja orang tua yang cukup berat.
- ketersediaan handphone yang kurang memadai. Satu handphone digunakan oleh lebih dari satu orang anak dan juga kadang berbagi dengan orang tua
- pemenuhan kebutuhan kuota yang cukup berat, apabila pembelajaran daring melalui vicon walaupun telah dibantu dari dana BOS.
D. Rencana perbaikan di masa mendatang.
Apabila situasi memungkinkan pembelajaran secara luring dengan tatap muka lebih diperbanyak walaupun dengan pembatasan-pembatasan dan prokes yang ketat. Pembelajaran luring tatap muka masih dianggap paling efektif dalam menyampaikan materi pembelajran, penanaman karakter dan membangun relasi sosial. Pemanfaatan aplikasi daring untuk membantu pembelajaran agar lebih menarik dan untuk pengerjaan tugas-tugas dan tes tertulis. Perbaikan ke depan yang tidak kalah penting adalah membangun kesepahaman antara guru, orang tua, sekolah, dan masyarkat bahwa berjalan baik dan tidaknya pendidikan adalah tanggung jawab bersama
E. Kesimpulan
Pendidikan itu merupakan suatu tuntutan di dalam hidup tumbuh kembangnya anak anak. Pendidikan adalam memanusiakan manusia muda. Setiap anak memiliki kodrat nya sendiri-sendiri. Mereka memiliki kekuatan, kreativitas, kepribadian, kecerdasan, bentuk fisik, karakter, dan kemampuan masing-masing sesuai kodrat yang dibawanya sejak lahir sebagai karunia Tuhan. Talenta-talenta tersebut harus ditumbuhkembangkan, dituntun agar pada saatnya nanti dapat berguna dan menopang kehidupan mereka. Pendidik tidak bisa mengharaopaka yang lebih dari kodrat mereka, namun hanya dapat menuntun dan mengarahkan mereka menuju cita-citanya. Dalam proses menuntun tersebut, segala upaya diusahakan meskipun situasi pandemi. Pendidikan harus sejalan dengan kodrat zaman, maka perkembangan teknologi informasi yang sangat masif sekarang ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sarana dan sumber belajar. Memadukan antara pembelajaran daring dan luring, sesungguhnya adalah salah suatu metode pembelajaran yang baik untuk memberikan tuntunan dalam menumbuhkembangkan kodrat alam yang mereka miliki, khususnya di masa pandemi covid 19. Walaupun pendidik hanya mampu untuk menuntun, mendampingi dan mengarahkan, akan tetapi manfaatnya sangat berguna kelak di masa depan yang akan datang.
SALAM MERDEKA BELAJAR

Bagus Pak Sarji
BalasHapusTerima kasih pak atas dorongan semangat bagi saya. Semoga ke depan lebih baik lagi.
BalasHapus